Jumat, 18 Mei 2012

BAHAGIA ITU SEDERHANA



Bahagia itu sederhana........
Dari kata – kata ini terlihat jelas sebuah arti kebahagiaan yang ga harus WOW
G harus sesuatu yang mahal, g harus sesuatu yang spesial, g harus dengan orang – orang yang istimewa.
Dengan sahabat, dengan orang yang kita sayangi, di tempat yang standard, di momen yang biasa, dengan apa yang kita miliki dengan segala kekurangan dan kelebihan kita. Semua akan terasa indah kalau kita ngejalanin semuanya dengan penuh cinta, kasih, tawa, senyum bahagia bersama.


Mereka  orang – orang yang selalu ada di saat kita butuh, mereka selalu menemani hari – hari kita, g di saat seneng aja, susah pun bersama kita. Mengetahui baik buruknya masing – masing. Saling berbagi memberi, menerima dan mengerti, menurut gw inilah arti dari sebuah kalimat “Bahagia itu sederhana”

“Jangan menunggu bahagia baru kita bersyukur, bersyukurlah maka kita akan bahagia”  


Makassar, 18 Mei 2012

BAHAGIAKU SEDERHANA




Bahagiaku sederhana, saat membaca pesan singkat di ponselku, dan aku tersenyum karena itu dari kamu.

Bahagiaku sederhana saat aku menghabiskan waktu sepanjang akhir pekan dengan megobrol di telepon berjam – jam dengan kamu yang jauh disana.


Bahagiaku sederhana, seperti waktu yang kita habiskan bersama dengan penuh suka cita dan duka

Bahagiaku sederhana, saat hanya ada aku dan kamu. Tidak antara aku, kamu dan pihak ketiga.


Bahagiaku tidak lagi sederhana, saat dirimu menghadirkan dia di tengah kebahagiaan kita.

Bahagiaku tidak lagi sederhana saat aku membaca pesan singkat antara kamu dan dia di ponselmu, atau membaca balasan koment antara kamu dan dia di akun jejaring sosialmu.

Bahagiaku tidak lagi sederhana dan menjadi rumit saat aku melihat kamu menata kebahagiaan mu di sana.


Hei kamu .. bahagiaku sederhana karena kamu, kamu yang dulu, kamu yang kemarin hanya kamu, bukan kamu dan dia.

Bahagiaku kembali sederhana sesederhana menikmati sedikit perih karena ingatan – ingatan kebahagiaan kita dulu  yang masih sering muncul

Bahagiaku kembali sesederhana, sesederhana ke-legowo-an ku menerima kenyataan sudah ada dia dalam kehidupan mu

Dan bahagia ku tetap sederhana, sesederhana penerimaan ku atas kehidupan yang ku jalani saat ini :D



Makassar 10 Mei 2012

Senin, 14 Mei 2012

Gw dan Hobby Nyasar

Kalau ada yang bilang nyasar itu pengalaman yang lucu, yah lucu emang kalau bukan lu yang mengalaminya. Paling tidak  dibilang lucu setelah pengalaman itu terjadi, tidak saat sedang nyasar. 
Berkat penyakit nyasar tingkat tinggi ini, akhirnya ngebuat gw jadi malas kalau harus pergi sendirian terutama ke tempat yang lumayan jauh atau wilayah yang gw tuju itu sebuah kompleks.
Hobby nyasar yg gw alami ini bisa dikarenakan beberapa sebab

1. Asyik Main Handphone
gw mengakui kadang gw suka sibuk sendiri main hape, sibuk ngebaca mobile blog, sibuk main twitter, sibuk bbm-an, dan kawan - kawannya hingga akhirnya gw lupa mau kemana.
2. Bengong
Penyakit ini suka muncul sendiri kalau gw lagi capek, atau pas naik angkot trus duduknya di pinggir jendela. Gw selalu massang headset dan bengong. Membiarkan pikiran gw jalan - jalan kemana saja. Berkat aktivitas yang ga biasa inilah, gw jadi biasa lupa harus turun dimana.
3. Suka Asal Belok
Kadang kalau pulang dari rumah teman yang tinggal dalam kompleks gw suka ngasal belok, gw bingung mau belok ke arah mana buat nemu jalan pulang. Maklum aja rumah di kompleks tuh rata - rata sama dengan belokan yang ga kira - kira banyaknya.

Hobby nyasar gw ini ga hanya berlaku untuk tempat yang baru gw kunjungi, kadang gw sering nyasar ke tempat yang sering gw kunjungi.
Seperti hari itu cuaca di Makassar kelewat cerah dan berkat ke-oneng-an gw, gw dengan suksesnya nyasar ketika pulang dari rumah teman gw. Dalam keadaan nyasar itulah gw menemukan sisi diri gw yang emang emoh untuk sendiri. Gw jadi beneran takut untuk sendiri.

GW dan Mantan (Edisi : Alasan Tidak Berteman dengan Mantan)

Sebenarnya tulisan ini gw buat karena pertanyaan dari teman mantan “putus hubungan pacaran kan bisa jadi temen?”. Pada akhirnya gw milih ga temanan, kenapa ? ada beberapa hal yang membuat gw berpikir ada beberapa hal yang ngebuat gw ga akan pernah akur dengan si mantan meskipun kita berteman, dan mungkin ini bisa jadi pertimbangan lo yg masih mikir mau temanan sama mantan atau ga ?

1.Status mantan 
Apa arti mantan bagi lu saat ini ? sebatas masa lalu atau lu menginginkannya sebagai cadangan?. Lu harus nyadar mantan adalah masa lalu dan kini harus melanjutkan kehidupan masing – masing. Jika tidak lu berdua ga akan akur dan berpeluang memperumit masalah di kemudian hari.  
2.Dia masih mencintai lu
Bisa saja lu berdua udah putus dan lu ga lagi jatuh cinta ke dia. Namun diam – diam dia masih nyimpen perasaan ke lu. Ini bisa menciptakan ketegangan dengan hubungan yang sekarang lu jalani. Satu – satunya jalan adalah membiarkan dia pergi dan menghindari berteman dengannya meskipun dia mungkin ga setuju. 
3.Lu masih mencintai  dia
Lu masih mengharapkan agar dia berubah dan kalian bersama kembali. Namuan jangan banyak berharap karena dia bisa benar – benar berkomitmen dengan yang lain dan menikah setelah putus dari lu. Ini akan menambah panjang rasa sakit hati lu. Bagaimana lu bisa berteman dengan orang sementara lu berharap lebih dari pertemanan.
4.Sulit berkomunikasi 
Walaupun untuk menjadi sepasang kekasih membutuhkan komunikasi, banyak pasangan yang tidak saling terhubung atau memiliki komunikasi intens. Jadi kalau dia tidak dapat memperlakukan kekasah atau pasangannya sebagai teman, dia lebih tidak bisa melakukannya setelah putus.
5.Salah seorang dari kalian selingkuh 
Tidak mungkin menjalin hubungan dengan seseorang yang mencurangi dan mengkhianati kepercayaan di belakang, betul, tidak ?
6.Dia memiliki sifat buruk 
Beberapa orang masih dapat berteman meskipun mantan memiliki sifat buruk yang menyebabkan kalian putus. Meskipun begitu jangan mengharapkannya mengubah sifat buruknya setelah lu berdua hanya berstatus teman. 

So itulah alasan gw enggan berteman dengan beberapa mantan gw, klo lu ? :D

Minggu, 13 Mei 2012

GW dan Mantan (Edisi : Jadi Sahabat)

Banyak yang merasa aneh saat gw bilang bahwa gw akan menjadi paitia pada pernikahan mantan pacar gw. Bahkan beberapa undangan untuk kawan – kawan dekat kami, gw yang mengantarkan sendiri. 
Kok bisa ? kok mau ? gw jawab, kenapa Ga ?.
Bahkan ada yang masih takjub saat gw mengenakan kebaya biru yang merupakan seragam panitia, dengan senyum lebar, manis dan ramah namun tidak sombong gw menyambut setiap tamu yang datang. Mungkin kedengaannya aneh, ganjil. Bahkan saat akad pun ada keluarga dr pihak dia yang bertanya, “perasaan kamu gimana?”. Nah loh ?? 
Setiap hal butuh latihan. Orang mungkin tidak tahu jika gw sedang belajar melatih hati, bathin dan jiwa gw untuk tidak tunduk pada umum yang salah. Bukan soal rasionalis yang taat dan menafikkan hati, tapi gw ingin rasaio yang sedang gw bangun membawa pada kejernihan hati dalam memandang setiap hal. Salahkah jika persahabatan yang dulu kami bangun kemudian berubah menjadi cinta, lalu berpisah dengan bijak, kemudian bersahabat kembali seperti tak pernah terjadi apa – apa?. Gw yakin ga da yang salah. 
Tidak harus bermusuhan sehabis merasa meiliki. Dendam tak akan selesai dibawa ke alam kubur. Sebab seusai pesta, masing – masing akan kembali ke kehidupannya. Cukup direnungkan dan menjadi pelajaran untuk ke depan. Jika merasa sakit, jengkel dan benci, cukup terjadi dan selesai dua atau tiga bulan di awal putus. Selebihnya waktu yang akan mengembalikan luka itu menjadi kerendahan hati untuk saling memaafkan. 
Seperti itulah gw setahun yang lalu, berdiri di salah satu sudut ruangan resepsi ikut menjadi bagian penting dalam proses peralihan status mantan pacar gw. ^_______________^ 

Makassar, 24 April 2012