Tampilkan postingan dengan label sederhana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sederhana. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juli 2012

Wanita dan Anak Pertama

Gw seorang wanita, saya juga anak pertama dalam keluarga. Hal ini bagis sebagian wanita yang bernasib sama seperti gw terasa (tidak) sederhana.
But I think that I was born to be the best, at least in my family.

Nggak tau mulai kapan gw mulai menyadari betapa besar tanggung jawab gw dalam keluarga. Berbeda dengan mereka yang bukan terlahir sebagai anak pertama. Awalnya gw pikir sederhana memang, tapi ternyata semakin dewasa semakin terasa tanggung jawab itu.

Seorang teman pernah mengatakan kepada gw ketika ngobrol dengannya ‘yang sabar & ikhlas’.
Lagi-lagi kata sabar dan ikhlas terasa terdengar sederhana (at least pada teorinya). Setidaknya gw pernah mengalami beberapa hal yang menuntut eksistensi gw sebagai seorang anak pertama yang juga seorang wanita, tidak terlalu sukses memang, tapi cukup sebagai awalan.

Daaan masih panjang nampaknya jalan gw sebagai seorang wanita yang merupakan anak pertama dengan dua adik yang selalu diarahkan untuk melihat segala perbuatan gw. Melihat gw sebagai contoh kakak yang baik untuk mereka.

Meskipun demikian gw percaya sesuatu yang terlihat sederhana padahal tidak sesederhana itu, dapat dilewati dengan sikap sederhana dengan hasil yang insyaAllah membanggakan siapapun. Amiin :D

Jumat, 18 Mei 2012

BAHAGIA ITU SEDERHANA



Bahagia itu sederhana........
Dari kata – kata ini terlihat jelas sebuah arti kebahagiaan yang ga harus WOW
G harus sesuatu yang mahal, g harus sesuatu yang spesial, g harus dengan orang – orang yang istimewa.
Dengan sahabat, dengan orang yang kita sayangi, di tempat yang standard, di momen yang biasa, dengan apa yang kita miliki dengan segala kekurangan dan kelebihan kita. Semua akan terasa indah kalau kita ngejalanin semuanya dengan penuh cinta, kasih, tawa, senyum bahagia bersama.


Mereka  orang – orang yang selalu ada di saat kita butuh, mereka selalu menemani hari – hari kita, g di saat seneng aja, susah pun bersama kita. Mengetahui baik buruknya masing – masing. Saling berbagi memberi, menerima dan mengerti, menurut gw inilah arti dari sebuah kalimat “Bahagia itu sederhana”

“Jangan menunggu bahagia baru kita bersyukur, bersyukurlah maka kita akan bahagia”  


Makassar, 18 Mei 2012

BAHAGIAKU SEDERHANA




Bahagiaku sederhana, saat membaca pesan singkat di ponselku, dan aku tersenyum karena itu dari kamu.

Bahagiaku sederhana saat aku menghabiskan waktu sepanjang akhir pekan dengan megobrol di telepon berjam – jam dengan kamu yang jauh disana.


Bahagiaku sederhana, seperti waktu yang kita habiskan bersama dengan penuh suka cita dan duka

Bahagiaku sederhana, saat hanya ada aku dan kamu. Tidak antara aku, kamu dan pihak ketiga.


Bahagiaku tidak lagi sederhana, saat dirimu menghadirkan dia di tengah kebahagiaan kita.

Bahagiaku tidak lagi sederhana saat aku membaca pesan singkat antara kamu dan dia di ponselmu, atau membaca balasan koment antara kamu dan dia di akun jejaring sosialmu.

Bahagiaku tidak lagi sederhana dan menjadi rumit saat aku melihat kamu menata kebahagiaan mu di sana.


Hei kamu .. bahagiaku sederhana karena kamu, kamu yang dulu, kamu yang kemarin hanya kamu, bukan kamu dan dia.

Bahagiaku kembali sederhana sesederhana menikmati sedikit perih karena ingatan – ingatan kebahagiaan kita dulu  yang masih sering muncul

Bahagiaku kembali sesederhana, sesederhana ke-legowo-an ku menerima kenyataan sudah ada dia dalam kehidupan mu

Dan bahagia ku tetap sederhana, sesederhana penerimaan ku atas kehidupan yang ku jalani saat ini :D



Makassar 10 Mei 2012